{"id":368,"date":"2011-11-09T14:21:29","date_gmt":"2011-11-09T14:21:29","guid":{"rendered":"http:\/\/yasiska.com\/?p=368"},"modified":"2013-11-08T14:26:08","modified_gmt":"2013-11-08T14:26:08","slug":"emplementasi-praktis-evaluasi-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/yasiska.sch.id\/?p=368","title":{"rendered":"Emplementasi Praktis Evaluasi Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p>Seringkali Tenaga pengajar belum mengetahui perbedaan antara Intrumen, Skor, Penilaian dan Evaluasi\u2026 Pembahasan ini mungkin dapat memberikan penjelasan mengenai perbedaan keempat istilah tersebut.<\/p>\n<p>Instrumen merupakan Alat untuk mengukur kemampuan responden\u2026 dalam pendidikan instrumen biasanya berupa soal dan responden adalah siswa.<\/p>\n<p>Definisi \u201cSkor\u201d adalah jumlah angka yang didapat hasil pengukuran\u2026 dalam pendidikan umumnya seorang guru akan memberikan skor dalam rentang 0 sampai 100, tapi pada banyak kasus seringkali skor tidak mencapai nilai maksima 100\u2026 misalnya jumlah soal PG ada 40 dan siswa mampu menjawab 30 soal maka skor siswa tersebut adalah 30.. jadi skor maksimal adalah 40\u2026 jadi skor jelas bukan nilai\u2026 jadi nilai itu apa?\u2026<\/p>\n<p>Definisi \u201cNilai\u201d sebenarnya merupakan ungkapan kualitatif bukan kuantitatif\u2026 artinya nilai itu memiliki arti verbal (bahasa) , pernyataan nilai diantaranaya adalah: sangat Kurang, kurang. Cukup, baik, sangat baik\u2026 Tidak kompeten, cukup kompeten, kompeten, sangat kompeten, Lulus, Gagal dll..<\/p>\n<p>Jadi jelas berbeda antara skor dan nilai bukan?\u2026. tetapi anda tetap harus menyimak pembahasan berikut ini\u00a0 supaya anda lebih memahami skor dan nilai\u2026<\/p>\n<p>Walaupun Nilai merupakan pernyataan kualitatif tetapi nilai dapat diungkapkan dengan pernyataan kuantitatif\u2026 tentunya dengan penjelasan dan kriteria yang ditetapkan\u2026 contohnya.. pada tingkat MTs dan SMK nilai dapat diungkapkan dengan rentang 0 sampai dengan 100\u2026 dipandang dalam ilmu statistik murni maka rentang tersebut dapat berarti :<\/p>\n<p>[ 0 sd 33 ] \u2014\u2014 \u00a0\u00a0\u00a0[ 34 sd 65 ] \u2014\u2014 \u00a0[ 65 sd 100 ]<\/p>\n<p>Kurang \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Cukup \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Baik<\/p>\n<p>Atau dapat juga berarti:<\/p>\n<p>[0 sd 20]\u00a0\u00a0\u00a0 \u2014\u2014\u2014 [21 sd 40]\u2014\u2013 [41 sd 60] \u2014\u2013 [ 61 sd 80] \u2014\u2013 [81 sd 100]<\/p>\n<p>Sangat Kurang\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kurang\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 Cukup \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0baik\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0sangat baik<\/p>\n<p>Nah\u2026 pernyataan diatas merupakan nilai yang diungkapkan secara empirik(kualitatif) dengan pendekatan proporsional dalam ilmu statistik murni.. tetapi dalam praktiknya didalam pendidikan sekarang diterapkan penilaian acuan kriteria artinya terdapat kriteria nilai minimum yang kita kenal dengan KKM maka secara penilaian hanya memiliki 2 kriteria yaitu kompeten (lulus) atau tidak kompeten (gagal)\u2026<\/p>\n<p>Misalnya KKM anda adalah 70 maka kriteria penilaian menjadi:<\/p>\n<p>[0 sd 69]\u00a0\u00a0 \u2014\u2014\u2014\u2014\u2013 [70-100]<\/p>\n<p>Gagal\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Lulus<\/p>\n<p>Hmm mudah-mudahan anda dapat memahaminya dan mulai mengerti perbedaan skor dan nilai\u2026 ayo kita coba dengan simulasi praktis berikut:<\/p>\n<p>Dari 40 soal PG andi dapat menjawab 30 soal\u2026.\u00a0 Diketahui KKM adalah 70\u2026<\/p>\n<p>Maka skor andi adalah?___________ Jawab: 30<\/p>\n<p>Nilai andi adalah?________________Jawab: (30\/40)*100 = 74 (lulus\/kompeten)<\/p>\n<p>Nah sekarang apa perbedaan Nilai dan Evaluasi?\u2026<\/p>\n<p>Evaluasi merupakan kajian yang menjawab apakah suatu proses telah mencapai tujuan yang dicapai atau tidak\u2026 dalam dunia pendidikan evaluasi berarti mengkaji sejauhmana seorang guru telah berhasil melakukan proses pendidikan.<\/p>\n<p>Dari mana mengetahui keberhasilan?\u2026 nah itu dilakukan dengan memahami teknik evaluasi\u2026\u00a0 apa dan bagaimana teknik evaluasi?\u2026 wah.. wah.. ini udah mulai mendalam dan pemabahasannya semakin luas\u2026 kita coba bahas sedikit saja dulu.. ok..<\/p>\n<p>Ada 3 Model Teknik Evaluasi salah satunya adalah CIPP\u2026 CIPP merupakan singkatan dari Konteks, Input Proses dan Produk\u2026 artinya dalam mengevaluasi maka perlu di analisis (ini khusus mengevaluasi KBM)<\/p>\n<ol>\n<li>Apakah Silabus, KKM, Rpp telah sesuai?\u2026..\u00a0 (konteks)<\/li>\n<li>Apakah Guru Kompeten?\u2026 SarPras mendukung?\u2026.. siswa Mampu?\u2026. (input)<\/li>\n<li>Apakah Proses belajar telah dilaksanakan sesuai konteks?\u2026 (proses)<\/li>\n<li>Apakah Hasil Belajar mencapai target?\u2026(produk)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pertanyaan diatas merupakan pertanyaan-pertanyaan evaluasi yang tentunya bukan pertanyaan yang baku harus demikian melainkan dapat dikembangkan lebih baik dan pertanyaan yang dapat terukur dengan amatan yang terjangkau\u2026 tetapi pada dasarnya evaluasi merupakan analisis kualitatif sehingga \u00a0unsur statistik yang digunakan biasanya hanya sampai pada statistik deskriftif\u2026<\/p>\n<p>Ismul Bathni<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seringkali Tenaga pengajar belum mengetahui perbedaan antara Intrumen, Skor, Penilaian dan Evaluasi\u2026 Pembahasan ini mungkin dapat memberikan penjelasan mengenai perbedaan keempat istilah tersebut. Instrumen merupakan Alat untuk mengukur kemampuan responden\u2026 dalam pendidikan instrumen biasanya berupa soal dan responden adalah siswa. Definisi \u201cSkor\u201d adalah jumlah angka yang didapat hasil pengukuran\u2026 dalam pendidikan umumnya seorang guru akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-368","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/yasiska.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/368","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/yasiska.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/yasiska.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/yasiska.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/yasiska.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=368"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/yasiska.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/368\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":373,"href":"http:\/\/yasiska.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/368\/revisions\/373"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/yasiska.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=368"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/yasiska.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=368"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/yasiska.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=368"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}